Ketakutan Warga New Orleans di Tengah Operasi Imigrasi “Catahoula Crunch”

Ketakutan Warga New Orleans di Tengah Operasi Imigrasi “Catahoula Crunch”

Ketegangan Baru di Kota Penuh Budaya

Warga New Orleans kini hidup dalam bayang-bayang operasi imigrasi besar yang dinamai “Catahoula Crunch”. Pemerintah Amerika Serikat mengklaim operasi ini untuk menangkap imigran tanpa dokumen yang menghadapi tuduhan kriminal. Namun, kenyataan di lapangan justru mengungkap ketakutan, keterkejutan, dan kekhawatiran besar di komunitas yang sebagian besar datang untuk bekerja dan bertahan hidup.

Pada hari pertama operasi, dua pekerja bangunan di Kenner berusaha menghindar dengan naik ke atap rumah. Agen US Border Patrol segera mengepung lokasi, lengkap dengan sniper dan senjata terarah ke atap. Situasi ini menarik perhatian tetangga, aktivis, bahkan media lokal yang merasa tidak percaya dengan tindakan sekeras itu di permukiman biasa.

Aktivis bernama Zoe Higgins menegaskan bahwa para pekerja itu hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga mereka. Namun, mereka malah menghadapi penangkapan mendadak yang menghapus seluruh rasa aman.

DHS berdalih bahwa beberapa orang “illegal alien” menolak perintah petugas. Meski begitu, tidak ada kejelasan mengenai status imigrasi para pekerja atau apakah agen memiliki surat izin akses properti. Hal ini memperkuat anggapan bahwa operasi dilakukan tergesa-gesa dan penuh intimidasi.

Operasi ini menjadi bagian dari janji Presiden Donald Trump untuk melakukan deportasi massal terbesar dalam sejarah Amerika. Ia mendapat dukungan penuh dari basis pemilihnya, meskipun banyak kota dipimpin Partai Demokrat menolak terlibat dalam tindakan federal ini.


Komunitas Latino dalam Ketakutan

Di Kenner, rasa takut menyelimuti komunitas Latino. Banyak restoran menutup pintu, kecuali beberapa yang memilih tetap buka demi bertahan ekonomi, seperti restoran keluarga milik Abigail.

Abigail datang dari Mexico City saat berusia 10 tahun. Kini ia tinggal dan bekerja di New Orleans bersama orang tuanya yang membangun usaha makanan dengan penuh kerja keras. Namun, situasi berubah drastis.

Keluarganya terpaksa tidur di restoran untuk menghindari razia. Abigail bercerita bahwa banyak orang takut keluar rumah karena khawatir akan dipisahkan dari keluarga mereka. Ia menekankan bahwa bisnis-bisnis kecil ini ditopang oleh imigran yang selalu bekerja keras.

Menurut Pew Research Center, ada sekitar 14 juta imigran tanpa dokumen di Amerika Serikat. Data tersebut menunjukkan bahwa isu ini meluas, bukan hanya terjadi di New Orleans.


Kebijakan “Sanctuary City” dan Kontroversi Politik

New Orleans dikenal sebagai “sanctuary city”, yaitu kota yang membatasi kerja sama dengan otoritas federal dalam penegakan imigrasi. Namun, Gubernur Louisiana Jeff Landry memberikan dukungan penuh terhadap operasi ini.

Migran yang ditangkap berpotensi dikirim ke penjara Angola, penjara dengan keamanan maksimum yang memiliki sejarah kelam sebagai bekas perkebunan budak.

Berikut gambaran singkat mengenai populasi dan fokus operasi:

InformasiData
Populasi New Orleans± 1 juta jiwa
Persentase komunitas Hispanik± 13%
Target penangkapan DHS5.000 orang
Fokus operasiImigran tanpa dokumen berstatus kriminal
Temuan bocor dari operasi sebelumnyaMayoritas tidak memiliki catatan kriminal

Banyak warga menilai kebijakan ini terlalu kejam. Bahkan pemilih Trump sendiri mulai menunjukkan keraguan. Mereka sepakat terhadap penanganan kriminal, namun tidak menerima pengejaran keluarga pekerja yang hidup damai.

Seorang warga bernama Mary-Anne berkata bahwa situasinya rumit, terutama ketika seorang ibu tinggal bersama keluarga legal namun ikut terancam.


Perasaan Tidak Aman Semakin Meluas

Kini, di New Orleans, kecemasan terasa di jalan-jalan. Imigran yang dahulu ikut membangun kembali kota ini setelah badai Katrina, justru menjadi sasaran operasi federal.

Sementara itu, petinggi Border Patrol Greg Bovino bersikeras memburu “yang terburuk dari yang terburuk”, meski kenyataan di lapangan kerap memperlihatkan para pekerja tanpa catatan kriminal yang justru ditangkap.

Konflik ini menunjukkan kisah panjang Amerika tentang imigrasi, pekerjaan, dan impian. Namun, untuk komunitas Latino di New Orleans, bab terbaru ini membawa ketidakpastian, ketakutan, dan air mata yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.